Topnewssumatera. Muara Enim - derasnya Curah hujan yang turun bebarapa hari ini mengakibatkan tanah menjadi retaknya retak disertai ambles sehingga berlubang besar, menyebabkan 2 rumah warga dikampung 2 terancam roboh sementara itu bagian depan rumah warga yang terancam ruboh rata dengan tanah hal, itu juga terjadi di kampung 3 rumah nyaris ambruk rata dengan tanah, kejadian itu tepatnya pada hari sabtu (22/4/2017), sekitar pukul 11.00 Wib siang, di Desa Tanjung Agung Kecamatan Tanjung Agung Kab.Muara Enim.
akibat cura hujan yang cukup tinggi menyebabkan rumah alamsyah ambruk, dan tigal puing puingnya saja,sehingga rumah itu rata dengan tanah, beruntung kejadian tidak memakan korban jiwa hanya mederita kerugian materil, sementara itu sebelum kejadian itu alamsyah dan anaknya melihat halaman rumahnya sudah retak retak sehingga anak alamsyah mengevakuasi keluarganya pada malam hari itu juga sekitar pukul 20.30 Wib, berselang beberapa jam kejadian itu anak alamsyah merasakan getaran yang cukup kuat sehingga meroboh kan rumahnya.
akibat cura hujan yang cukup tinggi menyebabkan rumah alamsyah ambruk, dan tigal puing puingnya saja,sehingga rumah itu rata dengan tanah, beruntung kejadian tidak memakan korban jiwa hanya mederita kerugian materil, sementara itu sebelum kejadian itu alamsyah dan anaknya melihat halaman rumahnya sudah retak retak sehingga anak alamsyah mengevakuasi keluarganya pada malam hari itu juga sekitar pukul 20.30 Wib, berselang beberapa jam kejadian itu anak alamsyah merasakan getaran yang cukup kuat sehingga meroboh kan rumahnya.
Siska (19) anak ketiga alamsyah mengatakan, sebelum kejadian pada malam itu sekitar pukul 20.30 wib, jumat (21/4/2017), saya merasakan adanya getaran di rumah saya. Waktu itu yang tinggal hanya saya, adik, dan nenek saya. Kedua orang tua saya waktu itu tinggal dan tidur dikebun, jadi tidak pulang kerumah, karena orang tua kami adalah petani.Saya pun bergegas keluar mengajak adik dan nenek saya, meminta bantuan kepada tetangga, dan mendatangi pak kadus, saat itu lagi tidak berada pada rumah. Dan akhirnya kami mengungsi kerumah tetangga, beserta membawa barang barang seperlunya yang berada dirumah saya di bantu tetangga sekitar rumah saya
"Rumah kami ambruk tepatnya sekitar pukul 11.00 wib siang, sabtu (22/4/2017) dimana waktu itu orang tua kami segera dipanggil untuk pulang karena rumah sudah ambruk dan hancur rata dengan tanah."ungkapnya.
kami berharap kepada pemerintah kabupaten muara enim agar kiranya bapak Bupati dan anggota DPRD Muara Enim, dapat mengulurkan bantuan untuk menolong kami yang terkena musibah ini, karena kami tidak punya rumah lagi."pintaknya kepada pemerintah dengan meneteskan airmata.
Sementara keluarga Alamsyah saat ini menumpang tinggal dulu ke rumah tetangganya, karena untuk membangun rumah membutukan biaya yang besar.
Sedangkan di kampung 2 rumah milik Gunawan yang dihuni oleh helmi terancam ambles dimana di seputaran bawah rumah tanah nya sudah retak besar dan ambles sehingga menyebabkan rumahnya dibagian atap genteng habis jatuh kebawah akibat getaran yang cukup kuat dari pengaruh amblesnya tanah serta ditambah retaknya tanah yang bertambah lebar.
ternyata rumah dan halaman ibu kades Desa Tanjung Agung juga tak luput dari musibah itu halaman rumahnya retak retak, sehingga warga beserta beberapa Anggota TNI membantu warga yang terkena musibah dengan bergotong royong wargapun ikut membersihkan dan memgumpulkan puing puing yang berserakan dan mencari barang barang lainya yang masih bisa untuk dipakai.Ditambah banyaknya warga berdatangan untuk melihat kejadian rumah milik alamsyah yang sudah ambruk.
sementara itu Alamsyah dan istri beserta anaknya, mengumpulkan bekas puing rumahnya pasca kejadian longsor itu serta mencari barang barang yang masih bisa untuk dipakai, sedangkan anak anaknya mengambil buku buku sekolah yang sebagian sudah tertimbun oleh reruntuhan rumahnya yang ambruk. kerugian ini jika ditaksir dengan rupiah diperkirakan mencapai sekitar puluhan juta.
Kades Tanjung Agung Dwi Ardiyanti, mengungkapkan kejadian ini akibat turunnya curah hujan yang cukup deras sehingga mengakibatkan tanah menjadi ambles/longsor menyebabkan 2 rumah warga di kampung 3 ambruk rata dengan tanah, dan satunya lagi dikampung 2 (dua) sehingga bagian depan rumahnya roboh, sementara itu para Korban yang rumahnya rusak berat dan hacur akibat ambeles tersebut sementara ini sudah kita ungsikan kerumah tetangga.
sementara ini hasil pantauan kami ada sekitar 7 rumah lagi yang terancam tanah longsor susulan di desa tanjung agung. jelas kepala desa, selain itu kepala desa berharap kepada pihak pihak terkait bisa membantu kami, dengan usulan kami beberapa tahun lalu, telah diusulkan melalui pembangunan diding kisdam dengan batu pemberonjongan sungai enim, dan inilah dampak dari hujan terus menerus, mengakibatkan tanah longsor, tanah retak, dan terjadilah bencana alam yang menyebabkan rumah warga ambruk."tutupnya (DN)
Kades Tanjung Agung Dwi Ardiyanti, mengungkapkan kejadian ini akibat turunnya curah hujan yang cukup deras sehingga mengakibatkan tanah menjadi ambles/longsor menyebabkan 2 rumah warga di kampung 3 ambruk rata dengan tanah, dan satunya lagi dikampung 2 (dua) sehingga bagian depan rumahnya roboh, sementara itu para Korban yang rumahnya rusak berat dan hacur akibat ambeles tersebut sementara ini sudah kita ungsikan kerumah tetangga.
sementara ini hasil pantauan kami ada sekitar 7 rumah lagi yang terancam tanah longsor susulan di desa tanjung agung. jelas kepala desa, selain itu kepala desa berharap kepada pihak pihak terkait bisa membantu kami, dengan usulan kami beberapa tahun lalu, telah diusulkan melalui pembangunan diding kisdam dengan batu pemberonjongan sungai enim, dan inilah dampak dari hujan terus menerus, mengakibatkan tanah longsor, tanah retak, dan terjadilah bencana alam yang menyebabkan rumah warga ambruk."tutupnya (DN)

0 komentar:
Posting Komentar