PRABUMULIH,TNS – Sebanyak Empat orang Warga Desa Karya Nyata Kecamatan Semende Kabupaten Muara Enim mengeluhkan Pembuatan Sertifikat yang tak kunjung selesai di Badan Pertanahan Nasional ( BPN ) Muara Enim sejak tahun 2013 lalu.
Menurut warga, kepengurusan pembuatan Sertifikat tanah tersebut beserta Uang Administrasinya sudah diserahkan kepada salah satu Pegawai Pertanahan BPN. RDY.
Berawalnya sejumlah Warga Desa Karya Nyata Kabupaten Muara Enim mengeluhkan pembuatan sertifikat tanah yang mana pembuatan sertifikat tanah tersebut sejak tahun 2013 lalu tak kunjung selesai.
Sementara sejumblah dana sudah disetor oleh Warga Senilai jutaan Rupiah, kepada pegawai BPN namun pembuatan sertifikat tanah tersebut tidak kunjung selesai.
Warga pun sudah beberapa kali ke BPN Muara Enim hendak menemui RDY pada saat itu RDY masih bertugas diwilayah Kabupaten Muara Enim, tetapi setelah itu RDY pindah tugas ke Kota Prabumulih, sehingga Warga Desa Karya Nyata kecamatan semende tidak bisa lagi berkordinasi dengan RDY .
Kekecewaan Warga kepada RDY pembuatan sertifikat tanah yang dijanjikan tidak kujung selesai, terhitung dari 2013 sehingga sampai saat ini sudah 2017 sertifikat tanah yang dijanjikan tidak didapatkan oleh warga Desa Karya Nyata.
Warga pun mengira RDY, mengelak dari tanggung jawab. Semenjak RDY pindah tugas Diwilayah Prabumulih tidak ada komunikasi sama sekali dengan Warga Desa Karya Nyata semende. Jelas warga
semantara itu RDY saat didatangi Awak media ini hendak dikonfirmasi, di BPN Kota Prabumulih selalu tidak berada ditempat, terkesan menghindar dari kejaran Wartawan.
‘’Selanjutnya pada hari senin,11/12/2017 awak Media mendatangi kembali BPN Kota Prabumulih hendak konfirmasi Kepala PBN Menanyakan Kembali hal tersebut, tetapi Kepala BPN lagi dinas luar. Ujar salah satu pegawai BPN.
Ditempat terpisah kepala Desa Karya Nyata Junarson Saat dikonfirmasi menjelaskan kepada awak media, bahwa pihak dari RDY BPN Prabumulih telah datang menemuinya berjanji akan mengurus kembali Pembuatan Sertifikat Tanah tersebut, seterusnya kita lihat saja nanti sertifikat tersebut dibuat atau tidaknya oleh pihak BPN. Ujar Kepala Desa. (red)
Menurut warga, kepengurusan pembuatan Sertifikat tanah tersebut beserta Uang Administrasinya sudah diserahkan kepada salah satu Pegawai Pertanahan BPN. RDY.
Berawalnya sejumlah Warga Desa Karya Nyata Kabupaten Muara Enim mengeluhkan pembuatan sertifikat tanah yang mana pembuatan sertifikat tanah tersebut sejak tahun 2013 lalu tak kunjung selesai.
Sementara sejumblah dana sudah disetor oleh Warga Senilai jutaan Rupiah, kepada pegawai BPN namun pembuatan sertifikat tanah tersebut tidak kunjung selesai.
Warga pun sudah beberapa kali ke BPN Muara Enim hendak menemui RDY pada saat itu RDY masih bertugas diwilayah Kabupaten Muara Enim, tetapi setelah itu RDY pindah tugas ke Kota Prabumulih, sehingga Warga Desa Karya Nyata kecamatan semende tidak bisa lagi berkordinasi dengan RDY .
Kekecewaan Warga kepada RDY pembuatan sertifikat tanah yang dijanjikan tidak kujung selesai, terhitung dari 2013 sehingga sampai saat ini sudah 2017 sertifikat tanah yang dijanjikan tidak didapatkan oleh warga Desa Karya Nyata.
Warga pun mengira RDY, mengelak dari tanggung jawab. Semenjak RDY pindah tugas Diwilayah Prabumulih tidak ada komunikasi sama sekali dengan Warga Desa Karya Nyata semende. Jelas warga
semantara itu RDY saat didatangi Awak media ini hendak dikonfirmasi, di BPN Kota Prabumulih selalu tidak berada ditempat, terkesan menghindar dari kejaran Wartawan.
‘’Selanjutnya pada hari senin,11/12/2017 awak Media mendatangi kembali BPN Kota Prabumulih hendak konfirmasi Kepala PBN Menanyakan Kembali hal tersebut, tetapi Kepala BPN lagi dinas luar. Ujar salah satu pegawai BPN.
Ditempat terpisah kepala Desa Karya Nyata Junarson Saat dikonfirmasi menjelaskan kepada awak media, bahwa pihak dari RDY BPN Prabumulih telah datang menemuinya berjanji akan mengurus kembali Pembuatan Sertifikat Tanah tersebut, seterusnya kita lihat saja nanti sertifikat tersebut dibuat atau tidaknya oleh pihak BPN. Ujar Kepala Desa. (red)

0 komentar:
Posting Komentar