Lahat, Topnewsumatera.com - Sebanyak 96 orang yang terdiri dari tukang sapu serta pengawas mempertanykan alat bantu kerja yang tidak diberikan atau direalisasikan oleh Kabid Pengelolaan sampah Limbah B3 dan peningkatan kapasitas LH Kabupaten lahat yang saat sudah menjabat mejadi Camat selatan.
keluhan para pekerja ini sejak Inisial BD tidak lagi menjabat kabid dan sudah dilantik menjabat sebagai camat lahat selatan. yang sebelumnya menjabat Kabid Pengelolaan Sampah Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas LH
ditahun 2019.
adapun terkuaknya permasalahan tersebut, sejak yang bersangkutan menjabat menjadi camat lahat selatan. diketahui peralatan alat bantu kerja, para tukang sapu berjumlah 96 orang dinaungi 8 pengawas, setiap pengawas membawahi 12 tukang sapu, tidak perna menerima peralatan tersebut ataupun dana untuk pembelian peralatan kerja.
namun menurut keterangan beberapa tukang sapu alat bantu kerja yang tidak direalisasikan selama 7 tujuh bulan, sejak 1 satu januari - sampai dengan tanggal 7 juli 2019 yang diduga di rekayasa
Seharusnya peralatan kerja itu direalisasikan atau dibagikan disetiap bulannya sebanyak dua kali pembagian mulai dari sapu lidi, sekop dan kantong plastik. namun peralatan itu tidak perna diberikan oleh bapak kabit kami. jelasnya kepada wartawan media ini.
Ayu ( 30) Inisial membenarkan ucapan rekan kerjanya, mengatakan benar pak wartawan, dijaman pak Kabid Lama sejak dari bulan 1 sampai bulan 7, kami beli dewek ( sendiri ) sapu lidi, sekop, dan kantong plastik, ungkapnya'' tetapi kami setiap bulan 2 kali disuruh tanda tangan serah terimah barang terpaksa kami tanda tangani, dari pada kami dipecat, jelasnya.
Ia pun menambahkan namun setelah pak kabid lama pindah tidak menjabat lagi, pimpinan kami yang baru memberikan kami alat bantu kerja selalu dibagikan setiap bulannya.
Ia pun menambahkan namun setelah pak kabid lama pindah tidak menjabat lagi, pimpinan kami yang baru memberikan kami alat bantu kerja selalu dibagikan setiap bulannya.
hal itu dikuatkan dengan pengakuan beberapa pengawas, mengatakan dan membenarkan pengakuan para pekerja, salah satu pengawas yang tidak mau namanya disebutkan, menjelaskan memang benar dimasa pak kabid lama alat bantu kerja itu tidak perna dibagikan.
makanya kami para pengawas tidak mau menandatangani serah terima barang, barang nya tidak ada kami juga tidak tahu uangnya kemana pak, dan seingat saya dari bulan satu sampai akhir jabatannya bulan tujuh, tidak menerima peralatan tersebut. terangnya
Mantan kabid B3 LH, yang sudah menjabat Camat Lahat selatan, (BD ) saat dikonfirmasi diruang kerjanya kantor kecamatan Lahat selatan pada Jum'at 14-02-2020 mengatakan kalau di jaman itu memang belum ada pencairan sarana dan prasarana alat bantu tukang sapu, mengutamakan alat-alat Tempat Pembuangan sampah Akhir ( TPA ) karena untuk penilaian dan monitoring Adipura, yang dipakai jika ada yang minta dikasih sisa tahun kemarin memang tidak melalui pengawas, ujarnya
(Heri AS )

0 komentar:
Posting Komentar