www.topnewsumatera.com

240 Milliar Dana Pinjaman Guna Peningkatan Jalan dan Jembatan, Ini Pesan Soemarjono Untuk Masyarakat

Ketua DPRD PALI Drs H Soemarjono
PALI Top News - Lima tahun sudah, Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) berdiri di Bumi Serepat Serasan yang telah memekarkan dari Kabupaten induk yakni, Kabupaten Muara Enim Provinsi Sumatera Selatan.

Bertambahnya pendapatan asli daerah (PAD) dan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Kabupaten PALI yang nilainya melebihi 1,7 Triliun. Daerah yang di juluki dengan logo "Serepat Serasan" itu mulai menunjukan geliat pembangunan di segala lini bidang insfrastruktur.

Kenaikan APBD yang mencapai 100% lebih itu, dipompang oleh dana pinjaman atau pembiayaan dari PT Sarana Multi Insfrastruktur (SMI) Persero anak perusahaan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI sebesar 240 Miliar, guna pembangunan serta peningkatan jalan dan jembatan.

Hal demikian diungkapkan oleh Drs H Soemarjono Ketua DPRD Kabupaten PALI, ia mengatakan dana dari PT SMI Persero itu adalah hutang pemerintah daerah, guna pembiayaan pembangunan serta peningkatan jalan dan jembatan yang ada di PALI, terang bapak yang biasa dipanggil Pakde itu di ruang kerjanya, Rabu (14/03/18).

Menurut Pakde, dana pinjaman dari PT SMI tersebut guna mempercepat pembangunan jalan dan jembatan, setelah selesai penggunaan dana dan pembangunan, baru proses pengembalian selama tiga tahun dengan bunga 6%.

"Hal yang perlu harus saya sampaikan kepada masyarakat banyak, "kenapa kita kok mau pinjam" pertimbangannya begini, daerah kita ini adalah daerah yang baru dan sangat tertinggal dari daerah tetangga, sedangkan disatu sisi harapan masyarakat begitu besar untuk segera menjadi lebih baik, segera menjadi makmur dan sejahtera, dan disatu sisi lain. Jalan kita masih ada yang belum diperbaiki dan juga jembatan masih ada yang belum baik", ungkapnya.

Maka dari itu DPRD mengambil kebijakan dan mempersetujui Bupati Pali mengajukan pinjaman dana di PT SMI, guna mempercepat peningkatan jalan dan jembatan, agar masyarakat lebih cepat dapat merasakan manfaat pembangunan tersebut, guna meningkatkan perekonomian masyarakat yang lebih baik, ujar politisi PDI Perjuangan itu.

Lebihlanjut dikatakannya, jika pembangunan hanya menghandalkan dari APBD, Pemerintah Daerah tidak akan kuat, proses pembangunan menjadi lambat.

Dirinya menyebut, alhamdulillah syukur dan patut diucapkan terimakasih, masyarakat PALI mempunyai pemimpin seperti H Heri Amalindo, yang memiliki segudang pengalaman kerja di birokrat selama puluhan tahun di Binamarga Pemprov, memiliki sejumlah akses ke pusat sehingga semua terlihat menjadi mudah, tutupnya.Irzan
Share on Google Plus

About Bulletin Journalist

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar