Muara Enim, Top news - Ketua DPRD Muaraenim, Aries HB pertanyakan pembangunan Tugu Gapura di dekat jembatan layang rel kereta api tak jauh rumah makan tahu sumedang Tanjung Enim, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muaraenim.
Pasalnya tugu gapura yang dibangun di landmark menggunakan dana CSR PT Bukit Asam (PTBA) itu dinilai tidak mencerminkan budaya khas Kabupaten Muaraenim.
Menurut, Aries dirinya sangat terkejut ketika melihat bangunan gapura itu saat melintas menuju Tanjung Enim.
"Tugu yang dibangun PTBA itu sama sekali tidak mencerminkan khas Kabupaten Muaraenim. Tapi lebih mengarah berbentuk khas candi Borobudur,"tegas Aries.
Seharusnya, kata Aries, dalam membangun tugu atau monumen taman, PTBA berkordinasi dengan Pemkab Muaraenim, sehingga apa yang dibangun dapat mencerminkan khas Kabupaten Muaraenim. Karena PTBA dalam berusaha berada di Wilayah Muaraenim.
"Kita minta pada manajemen PTBA agar gapura itu dibongkar kembali dan dibuat yang baru dengan mencerminkan khas Muaraenim, bukan khas candi Borobudur sepeti yang ada saat ini,"tegasnya.
Padahal, lanjutnya, saat ini Pemkab Muaraenim tengah gencar mempromosikan Kopi Semende yang merupakan khas Muaraenim.
"Apa salahnya tugu gapura tersebut dibuat berbentuk Kopi Semende," ungkap politisi PDI itu.
Ditambahkan Aries, PTBA juga dapat membuat bangunan lain berbentuk kegiatan penambangan batubara, karena lokasinya memang berada menuju penambangan PTBA. Bisa juga, lanjutnya, bentuk hasil bumi Kabupaten Muaraenim lainnya.
"Terus terang saya sangat kecewa dengan tugu gapura yang selesai dibangun itu. Dengan ini saya tegaskan agar tugu gapura itu dibongkar kembali diganti dengan khas Muaraenim. Karena PTBA mencari makan di Muaraenim, namun dihabiskan di luar Muaraenim," tegasnya
Salah seorang pengawas pembangunan tugu yang berlokasi di pinggir jalan lintas Muaraenim-Tanjung Enim itu mengakui, pada awalnya gapura tersebut sempat hampir mirip dengan Candi Borobudur.
"Semula catnya dibuat warna hitam, ternyata mirip seperti Borobudur. Lalu diganti lagi dengan cat warna putih dipadukan dengan warna cat kuning emas," jelas salah seorang pengawas tersebut.
Menurutnya, tugu tersebut dinamakan gapura Sriwijaya yang bahan materialnya didatangnya dari Pulau Jawa.
"Batu batuan material gapura ini didatangkan dari Pulau Jawa. Biayanya pembuatan gapura ini menggunakan dana CSR PTBA ya lumayan besar juga," jelasnya.
Tugu gapura yang dibangun itu rencananya akan diresmikan Bupati Muaraenim, H Muzakir Sai Sohar dan Direktur Utama PTBA, Arvian Arifin, pada puncak peringatan HUT PTBA dengan diberi nama gapura Sriwijaya.(kristian)
0 komentar:
Posting Komentar