www.topnewsumatera.com

Tujuh Titik Pipa Line Pertamina Pendopo Field Bocor, Butuhkan Waktu Lama Seterilisasi Lokasi Dampak Limbah

              
Kabid DLH : Dibutuhkan Waktu Satu Bulan Lebih Untuk Bersihkan Ceceran Minyak

PALI Top News - PT Pertamina Asset 2 Field Pendopo digiring oleh tim dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan (Sumsel) untuk tinjau lokasi terjadinya kebocoran terhadap Pipe Line Transfer di antara Desa Setia Jaya Kecamatan Sungai Keruh dan Desa Talang Akar Kecamatan Talang Ubi.

Dari hasil survei dilapangan, menurut Kepala Bidang Dinas Lingkungan Hidup, kita tekankan upaya Pertamina melalui PT Elnusa OMTAP untuk segerah mengangkat ceceran Limbah Minyak Mentah dari permukaan air Sungai Dua.

"Sepertinya Line Pipe Transfer milik PT Pertamina memang disabotase, kami temukan ada enam titik yang mengalami kebocoran, satu titik nya lagi flange yang kendor, tapi semuanya sudah diatasi oleh pihak perusahaan, dengan cara dicor beton menggunakan semen, serta upaya pembersihan lainnya", terang Plt Kadin Lingkungan Hidup Yuhairudin SE, melalui Kepala Bidang Lingkungan Hidup Bakrin saat dihubungi via Telphone Rabu (21/3).




Menurut Bakrin, supaya lokasi itu benar benar bersih dan steril dari ceceran limbah minyak, harus memerlukan waktu yang lumayan cukup lama, minimal satu bulan atau lebih, karena dilihat dari kondisi sekarang ini masih ada berbagai faktor yang jadi kendala.

Foto : Sungai yang di cemari oleh limbah minyak

"Pertama cuaca dan medan lokasi, sebagian lahan untuk dilewati alat berat dan Vacum Truck adalah milik warga setempat, hal ini tentu pihak Pertamina Pendopo harus meminta izin terlebih dulu kepada pemilik lahan", ujarnya.

Lebihlanjut dikatakannya, yang menjadi persoalan dan pertanyaan kita semua, untuk melewati lahan tersebut mendapat izin atau tidak dari pemilik lahan", ungkap Bakrin.

Sementara Ferry Prasetyo Wibowo, Assman L & R PT Pertamina EP Asset 2 Pendopo Field sangat menyesalkan kejadian ini, menurutnya, setelah ada informasi terkait sabotase itu, pihaknya langsung melakukan upaya pencegahan supaya ceceran minyak tidak mengalir lebih jauh dari lokasi terjadinya kebocoran Pipe Line Transfer itu.
 
Menurut Ferry, dengan melakukan berbagai upaya tindakan, salah satunya memasang Oil Boom di Muara Sungai dan di tempat kejadian insiden.

Selain itu, pihaknya langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek Sungai Keruh dan Polsek Talang Ubi, supaya kejadian tersebut segera ditindak lanjuti oleh pihak penegak hukum.

Dijelaskan Ferry, sabotase itu kejadiannya pada tanggal 24 Pebruari bulan lalu, sekira pukul 18 : 40 Wib, yang diketahui oleh Line Checker saat melakukan pengecekan jalur pal 3 dan mengetahui adanya kebocoran Line Pipe tersebut, petugas Checker langsung menghubungi HSE, akuhnya.

Dirinya mengatakan, minyak yang sudah berhasil di recovery atau diangkat dengan penyedotan menggunakan Vacum Truck diperkirakan sebanyak 8 Barel, pihaknya melalui PT Elnusa OMTAP akan terus melakukan pembersihan, sehingga lokasi tersebut akan benar - benar bersih dan sterile dari limbah minyak mentah baik dipermukaan air maupun yang ada di atas tanah", tutup Ferry.( Irzan)
Share on Google Plus

About Bulletin Journalist

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar