PRABUMULIH, TNS – Untuk menunjang lalu lintas moda transportasi kereta, sekitar Rp 1,3 triliun Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dikucurkan di Prabumulih. Dana tersebut untuk membangun double track (trek ganda) rel kereta Api rute Prabumulih – Palembang. Untuk memastikan proyek negara tersebut berjalan sesuai dengan yang diharapkan, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengunjungi stasiun kereta Prabumulih, Jumat (20/4).
Budi menjelaskan, jika total pembangunan trek ganda di dua rute (Prabumulih – Palembang dan Martapura – Palembang), negera harus merogoh APBN kurang lebih Rp 2,2 triliun. “Hari ini saya dengan mengunakan helicopter dari Palembang ke Martapura, untuk melihat trek ganda yang dibangun di sana, dan setelahnya langusng menuju Prabumulih. Kami menghabiskan dana kurang lebih 2,2 triliun. Untuk rute Prabumulih – Palembang sebesar Rp 1,3 trilliun, dan Rp 800 milliar untuk rute Martapura – Palembang,” ungkapnya
“Dengan adanya trek ganda tersebut, lanjut Budi, maka diharapkan produktifitas dan konektifitas dari Palembang ke Linggau, Tanjung Karang atau sebaliknya, akan menjadi lebih baik,” lanjutnya.
Masih kata Budi, ada dua hal (manfaat) terkait proyek tersebut. Pertama, adalah untuk angkutan umum (publik). “Selama ini, dari Palembang ke Prabumulih akan membutuhkan waktu tempuh sekitar dua jam, namun saat ini waktu tempuh menjadi hanya satu jam saja. Harapannya, semakin banyak penumpang yang yakin dengan daya tempuh (kecepatan) moda transportasi kereta api,” ujarnya.
Kedua lanjut Budi, manfaatnya adalah untuk logistik khususnya batubara. Trek ganda tersebut disinyalir akan menambah produktifitas angkutan batubara, baik dari Muaraenim – Palembang atau Muaraenim – Tanjung Karang.
“Setelah rute ini, kami akan mengupayakan trek ganda untuk rute Prabumulih-Baturaja dan Martapura-Tanjung Karang. Tetapi, kami akan undang swasta untuk melakukan itu. Jangan menggunakan APBN lagi. Saat ini sudah banyak pihak swasta yang tertarik. Namun kami memberi kesempatan kepada PT KAI lebih dulu. Jika PT KAI belum mau berinvestasi, maka baru akan kami alihkan ke swasta,” jelasnya.
Sementara, Direktur Jenderal (Dirjen) Perkeretaapian, Ir Zulfikri MSc DEA memastikan jika trek ganda di dua lokasi tersebut akan difungksikan pada 25 April mendatang. “Untuk progressnya, 25 April 2018 semua sudah siap untuk dioperasikan baik Prabumulih dan Baturaja,” ungkapnya.
Zulfikri membenarkan keterangan Menteri perhubungan bahwa pembangunan trek ganda tersebut diantaranya untuk mendukung suplai batubara dari Muaraenim ke daerah lain baik di Sumatera Selatan maupun provinsi lainnya.
“Batubara itukan untuk mensuply pembangkit tenaga listrik di Banten, jadi memang ini (trek ganda) untuk Muara Enim – Lampung terus berjalan lancar. Jadi memang ini dikhususkan untuk angkutan batubara. Begitu juga untuk ke kota Palembang,” terangnya.
Dilanjutkan, dengan adanya trek ganda, suplai batubara bisa ditingkatkan, begitu juga dengan kereta penumpang. “Dengan adanya trek ganda, maka diharapkan kapasitas meningkat dua kali lipat, sehingga slot penumpang bisa kami tingkatkan,” lanjutnya.
Untuk ukopansi kereta sendiri, kata Zulfikri, perhari ada dua kereta yang ke Lubuk Linggau dan ke Tanjung Karang. Menurutnya, itu saja sudah cukup tinggi tingkat okupansinya.
“PT KAI juga sedang berupaya untuk penambahan kereta penumpang Khusus dari Prabumulih ke Palembang,” pungkasnya(.Bin)

0 komentar:
Posting Komentar