MUARA ENIM, TNS - Warga Perumahan Griya Lestari, Grojokan 5 dan 6 melakukan penghematan truk berbahan bakar yang melintas di dalam Kota Muara Enim jalan Triton menuju jalan lintas dalam Kota tepatnya depan Pemda Muara Enim.
Penghematan tersebut lantaran warga resah karena jalan yang dilintasi itu aramada batu bara tidak ada izin untuk dilibatkan truk batubara milik PT GPP.
Penghematan tersebut lantaran warga resah karena jalan yang dilintasi itu aramada batu bara tidak ada izin untuk dilibatkan truk batubara milik PT GPP.
Alhasil Senin (4/5) sekitar pukul 22.30 WIB warga hadang 10 unit truk batubara yang melintas di jalan kabupaten dalam kota kuburan cina pelitasari kelurahan pasar 1. Batubara milik PT. GPP sebelumnya telah mendapat izin dari pemerintah kabupaten Transad, Trans unit 6 , penanggiran. Perusahaan-perusahaan yang menyediakan akses ke jalan dalam kota jalan Triton kuburan cina menuju jalan lintas Sudirman (depan pemda).
Dalam penghadangan truk itu terlihat pengamanan dari pihak kepolisian Polres Muara Enim yang dipimpin oleh Kabag Ops Kompol Irwan Andeta. untuk dan sebagai bentuk antisipasi pihak kepolisian mengamankan truk dan supirnya untuk dimintai keterangan.
selain itu awak media ini konfirmasi juga kepada Ketua Rt 04, Ia mengatakan agar masalah ini segera ditindak oleh penegak hukum "Kami rakyat sangat mengharapakan karena lalu lalang truk batu bara sangat mengganggu melintasi dijalan ini sehingga warga mengambil tindakan melakukan penghentian," ujarnya.
selanjutnya truk yang telah mendapat izin dari kabupaten, melalui Transad, Trans unit 6 dan Penanggiran. "Ini malah memaksakan diri melintas akses melewati jalan dalam kota, jalan kuburan cina menuju jalan lintas Sudirman. Jelas perusahaan sudah menyalahi aturan dan tanggung izin dispensasi bupati," bebernya.
Menanggapi hal tersebut, Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono didampingi kabag Ops Kompol Irwan Andeta, mengatakan supir sudah dimintai keterangan terkait dengan penghadangan tersebut. "Kalau untuk melintas memang sudah dari polres dengan alasan dan itu bukan selamanya," ujarnya.
Semua sudah di amankan dan dikawal, untuk menghindari RUU tetapi tidak berkepanjangan. "Untuk itu kalau ada pelanggaran kami jelas akan menindak dan tidak akan tinggal diam'' tegasnya
dan seterusnya, hal ini juga masuk dalam atensi pimpinan, di mana daerah Polda Sumsel termasuk dalam katagori tingkat tinggi dalam hal premanisme. "Saya tidak ingin ada orang yang masuk dan mengatasnamakan perorangan lalu uang itu dari pengguna jalan.
juga terkait Beredarnya isu bahwa PT GPP milik Kapolri Wisma Polres Muara Enim membackup penuh usaha dibantah keras oleh Kapolres, tidak benar yang ada yang mengira bahwa tindakan ini di bekingi oleh pihak kepolisian, Tidak ada bantahnya singkat. (Kristian)

0 komentar:
Posting Komentar