Muara Enim, TopNewsumatera.com - Colourful festival tahun 2019 yang menelan anggaran hingga miliaran rupiah yang dilaksanakan masing masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Muara Enim mulai disoal, Pasalnya Colorful festival yang digelar tersebut terkesan hanya pemborosan anggaran saja, Sehingga bertolak belakang dengan jargon yang diusung pemerintahan Pasangan Bupati Ahmad Yani-Juarsah yaitu MERAKYAT.
"Seharusnya anggaran yang ada digunakan untuk kegiatan yang benar benar menyentuh kepada masyarakat lapis bawah,"jelas Ketua Harian DPD Partai Golkar Muara Enim, H Adriansyah SE, Selasa (19/11/2019)
Ardiansyah juga menbahkan, jangan sampai jargon perubahan yang diusung pemerintahan Ahmad Yani-Juarsah, hanya sekedar perubahan warna,dan bukan perubahan pada esensi yang sesungguhnya seperti yang dituangkan dalam visi dan misi bupati-wakil bupati 5 tahun kedepan.
"Apa output maupun outcame yang dihasilkan dari seluruh rangkaian kegiatan festival tersebut,jika tujuannya untuk menarik para pengunjung wisata ke Muara Enim,maka apakah dengan adanya berbagai festival tersebut kunjungan wisata ke Muara Enim telah meningkat,” tegasnya.
Kita berharap lanjut Ardiansyah,pada akhir tahun nanti penggunaan anggaran 2019,agar kiranya Plt Bupati Muara Enim dan Sekda Muara Enim selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) melakukan evaluasi secara menyeluruh atas kegiatan colourful tersebut.
"Apakah benar anggaran colourful tersebut telah tepat kegunaannya dan keperuntikannya,dan apakah benar OPD lainnya hanya bertugas sebagai penyelenggara saja."ucapnya.
Hal senada dikatakan Seketeris DPC PDI Perjuangan Akhmad Imam, mengatakan rangkaian kegiatan colorful festival 2019 ini tidak disosialisasikan kepada masyarakat maka hasilnya tidak akan bagus karena salah multi tafsir terhadap kegiatan colorful.
Namun dalam rangkaian kegiatan colorful festival 2019 Pemda Muara Enim terkesan tertutup terkait penggunaan anggaran dan darimana saja sumber pendanaannya.
“Oke katakanlah sumber pendanaannya dari pihak ke tiga,namun itu semua juga harus jelas dan disampaikan kepada masyarakat,”ujarnya.
Alangkah baiknya lanjut Imam, kalau colorful festival 2019 itu mengangkat potensi kebudayaan Kabupaten Muara Enim, untuk pertumbuhan UMKM atau industri inpirasi kedepannya,
"Tapi tentunya Pemda Kabupaten Muara Enim harus transparan, dan terarah serta OPD terkait harus bertanggung jawab penuh atas tugas yang diberikan."
Terpisah, Plt Kepala Dinas Pariwisata Muara Enim, Isdrin, ketika dikofirmasi, mengatakan bahwa Dinas Pariwisata pada colourful festival tersebut hanya sebagai kordinator dalam kepantiaan besar penyelenggaraan.
Sedangkan anggaran pelaksanaan festival dikelola oleh masing masing OPD yang menyelenggarakan kegiatan tersebut.
“Dinas Pariwisata terbentuk pada Mei 2019, sedangkan kegiatan colourful festival mulai berjalan sejak bulan Januari,” jelas Isdrin yang berhasil dijumpai awak media di ruang kerjanya.
Dijelaskannya, sesuai dengan Surat Keputusan (SK) bupati ada 25 colourful festival yang dilaksanakan selama tahun 2019. Pada pelaksanaannya masing masing OPD menjadi penanggungjawab.
"Jadi tidaklah benar kalau anggaran colourful festival dikelola oleh Dinas Pariwisata. Anggaran yang ada pada Dinas Pariwisata Rp4,2 Miliyar sebagian untuk colourful festival tetapi sebagian lagi untuk kegiatan rutin," jelasnya.
Serta,kegiatan colourful festival baik anggaran maupun pelaksanaannya dilakukan oleh masing masing OPD.
"Seperti colourful festival insane berprestasi dilaksanakan oleh BPKAD, mobil hias dilaksanakan Kominfo. Kemudian kegiatan sebelumnya tunggu tubang dilaksanakan oleh PMD."Pungkasnya.(Dn)
Home
ekonomi
Hukum
Muara Enim
Pemerintahan
Slider
Sosial
Colourful Festival Tahun 2019 Muara Enim, Habiskan Anggaran Milyaran Rupiah
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)

0 komentar:
Posting Komentar