www.topnewsumatera.com

Setahun Wali kota H. Arlan–Franky Pimpin Prabumulih, Fondasi Perubahan Mulai Terlihat

Foto  : Wali Kota Prabumulih H. Arlan 

Prabumulih, TNS – Genap satu tahun kepemimpinan Wali Kota Arlan bersama Wakil Wali Kota Franky Nasril, berbagai perubahan mulai dirasakan masyarakat. Duet ini menegaskan komitmennya menghadirkan tata kelola pemerintahan yang disiplin, responsif, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Sejak awal masa jabatan, pembenahan internal birokrasi menjadi prioritas. Disiplin aparatur sipil negara diperketat, pengawasan ditingkatkan, dan evaluasi kinerja dilakukan secara berkala. Pemerintah kota menekankan bahwa pelayanan kepada masyarakat tidak boleh berjalan setengah hati. Pelanggaran aturan ditindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku.

“Pemerintah harus hadir cepat, tepat, dan manfaatnya dirasakan masyarakat,” tegas Arlan dalam berbagai kesempatan.

Tak hanya pembenahan birokrasi, optimalisasi aset daerah juga menjadi langkah nyata. Sejumlah fasilitas yang sebelumnya kurang termanfaatkan kini difungsikan kembali. Islamic Center Prabumulih kembali aktif digunakan untuk kegiatan keagamaan dan sosial. Sementara itu, Rusunawa Prabumulih yang sempat terbengkalai, kini disulap menjadi pusat layanan publik. Beberapa instansi seperti Petro Prabu, Dinas Perikanan, dan Dinas Sosial menempati gedung tersebut sehingga pelayanan kepada warga menjadi lebih terpusat dan efisien.

Di sektor kesehatan, pembenahan manajemen RSUD Kota Prabumulih dilakukan secara menyeluruh. Sistem layanan ditata ulang, fasilitas diperbaiki, serta cakupan jaminan kesehatan diperluas. Hasilnya, pada awal 2026 Pemerintah Kota Prabumulih meraih Penghargaan Deklarasi dan Pencapaian Universal Health Coverage (UHC) kategori Madya. Penghargaan tersebut diserahkan dalam forum nasional di JIEXPO Kemayoran oleh Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia sebagai bentuk pengakuan atas komitmen menjamin layanan kesehatan bagi mayoritas warga.

Penataan kota turut menjadi fokus utama. Kawasan Jalan M. Yamin dan Jalan Jenderal Sudirman yang sebelumnya dipadati pasar tumpah dan lapak liar, kini ditertibkan. Trotoar dibersihkan, saluran air dibuka, serta arus lalu lintas ditata kembali. Relokasi pasar subuh ke eks Polsek Prabumulih Timur juga dinilai membawa dampak positif, baik bagi ketertiban kota maupun peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Saat masih ditemukan pedagang yang melanggar aturan, Arlan turun langsung melakukan inspeksi mendadak dan memerintahkan penertiban. Sikap tersebut menjadi pesan bahwa ketertiban umum harus dijaga tanpa pandang bulu.

Persoalan lingkungan seperti sampah dan banjir pun mendapat perhatian serius. Tempat pembuangan akhir (TPA) diaktifkan kembali, pengelolaan sampah diperkuat melalui Dinas Lingkungan Hidup, dan normalisasi sungai digencarkan hingga wilayah perbatasan Muara Enim untuk menekan risiko banjir.

Program sosial juga terus berlanjut. Bedah rumah bagi warga kurang mampu dipercepat hingga tuntas. Pemerintah kota turut menggandeng sektor swasta seperti Indomaret dan Alfamart dalam kolaborasi pembangunan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Meski satu tahun belum cukup untuk menyelesaikan seluruh persoalan kota, arah perubahan dinilai mulai jelas. Lingkungan yang lebih tertata, pelayanan kesehatan yang membaik, serta birokrasi yang lebih disiplin menjadi indikator awal.

Dengan mengusung visi “Prabumulih MAS – Masyarakat Makmur dan Sejahtera”, Arlan dan Franky menegaskan pembangunan kota bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi kerja bersama seluruh elemen masyarakat.

“Satu tahun adalah awal. Tantangan masih panjang, namun kami optimistis dengan dukungan masyarakat, Prabumulih akan terus bergerak maju,” pungkasnya.

Share on Google Plus

About TopNews

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar