Prabumulih — Komitmen kepemimpinan Arlan dan Franky Nasril dalam menata wajah kota kembali terlihat melalui aksi nyata di lapangan. Setelah sebelumnya kawasan pasar tumpah di Jalan M. Yamin dan Jalan Jenderal Sudirman berhasil ditertibkan, pemerintah kembali bergerak menyikapi munculnya lapak liar yang menutup trotoar dan saluran air.
Jumat
(13/2/2026), usai memantau harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan, Wali Kota
Arlan langsung turun meninjau kondisi di Jalan M. Yamin. Ia mendapati sejumlah
pedagang kembali mendirikan lapak di atas parit dan bahu jalan, sehingga
mengganggu pejalan kaki serta mempersempit arus lalu lintas.
Didampingi
Kepala Kejaksaan Negeri Asvera Primadona, Ketua DPRD Deni Victoria, serta
jajaran OPD, peninjauan dilakukan melalui inspeksi mendadak. Pemerintah menilai
pelanggaran tersebut bukan persoalan sepele karena berdampak pada potensi
banjir akibat saluran tersumbat, kemacetan, hingga hilangnya hak pejalan kaki
atas trotoar.
Tanpa
menunggu lama, alat berat diturunkan untuk membongkar lapak yang berdiri di
atas saluran air.
“Kami tidak melarang masyarakat mencari rezeki. Silakan berdagang, tetapi harus
tertib dan mematuhi aturan. Jangan sampai merugikan kepentingan umum,” tegas
Arlan di sela kegiatan.
Meski
bertindak tegas, Pemkot tetap membuka ruang solusi. Legalitas lapak parkir
dimungkinkan sepanjang tidak menggunakan badan jalan dan memenuhi ketentuan
penyediaan area parkir sesuai regulasi.
Kepala Dinas
Perhubungan Samsul Feri menyatakan pihaknya segera melakukan evaluasi dan uji
petik terhadap pengelolaan parkir di sepanjang Jalan M. Yamin guna memastikan
kelancaran arus lalu lintas.
Penertiban
ini menjadi bagian dari langkah berkelanjutan Pemerintah Kota Prabumulih
menjaga ketertiban kota, terlebih menjelang Ramadan saat aktivitas masyarakat
meningkat. Pemerintah berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama
menjaga fasilitas umum demi terciptanya kota yang aman, nyaman, dan tertata.(red)

0 komentar:
Posting Komentar