Muara Enim -TNS- sangat Menyediakan melihat Kondisi Haryadi (40) Tenaga Kerja outsourcing PTBA hingga kini masi dalam perawatan medis di RSUD dr MH Rabain Kabupaten Muaraenim,hal tersebut diketahui ketika awak media mendatangi ke Ruang Zall Serasan 2 Rumah Sakit,(28/12/2017)
Haryadi dirawat oleh karena luka yang dialaminya cukup parah akibat kecelakaan kerja di Tambang batubara PTBA,tepatnya di Banko Barat Tanjung Enim TLS 3,Selasa Sore,(26/12/2017).
Dari Informasi yang berhasil di himpun awak media ini, kecelakaan terjadi saat Haryadi bekerja seperti biasa yaitu mebersihkan kotoran batubara di mesin alat pemecah batubara Vibrating Feeder Dump Hopper.
Mungkin karena naas,tiba-tiba Haryadi saat sedang memberikan alat tersebut terpeleset dan masuk kedalam mesin penghancur tersebut,lalu dengan sesuai Tenaga Haryadi berusaha untuk bisa keluar dari dalam mesin itu,dan Atas izin yang Mana Kuasa akhirnya Haryadi berhasil keluar dan lolos dari Maut.
Namun Haryadi dari kejadian itu mengalami luka yang sangat parah,sehingga harus dirujuk dari Rumah Sakit PTBA ke Rumah sakit HM.Rabain dan dirawat untuk dilakukan tindakan Oprasi di bagian Perut sebelah kanan.
"Alhamdulillah Kondisi Haryadi suda agak membaik sekarang,dan Pihak Perusahaan tempat suami saya bekerja suda bertanggung jawab"Ungkap Pihak Keluarga Haryadi kepada awak media ini.
Sementara itu ketika awak media ini konfirmasi ke Pihak Manajemen PTBA atas Insiden ini Pgs Sekper PTBA Nicko Albart membenarkan kejadian itu,dan saat ini sedang dilakukan Investigasi,memang setiap pekerjaan yang bekerja di areal tambang harus ekstra berhati-hati,safety dalam bekerja namun yang namanya Musibah siapa yang tahu dan tidak bisa dihindari.
"Permasalahan ini suda kita sampaikan dan dilaporkan ke Kepala Inspektur Tambang (KAIT) dan GM UPTE PTBA dan kita tinggal nunggu hasil Investigasi Infektur Tambang,sedangkan Korban saat ini suda dirawat dan di obati di RSUD dr MH Rabain Muaraenim."pungkasnya.( Kristian)

0 komentar:
Posting Komentar