www.topnewsumatera.com

Partai Golkar Tidak Dapat Ikut Dalam Mengusung Paslon Syamsul-Hanan dalam Pilkada Muara Enim

MUARA ENIM, TNS - DPD Partai Golkar Sumatera Selatan mengambil alih pendaftaran bakal pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Muaraenim H Syamsul Bahri-Hanan Zulkarnain (SBH) di KPU Muaraenim.

Meski demikian, Partai Golkar akhirnya dicoret sebagai parpol pengusung karena berkas pencalonan tidak lengkap karena tidak ditandatangani oleh ketua umum dan sekretaris parpol.

“Sesuai dengan ketentuan, apabila pada proses pendaftaran salah satu partai diambil alih oleh DPP, maka seluruh dokumen harus ditandatangani oleh Ketua Umum dan Sekjen partai, terutama dokumen pencalonan,” kata Ketua KPU Muaraenim Rohani melalui Komisioner Divisi Teknis Ahyaudin usai menerima pendaftaran paslon SBH, Rabu (10/1/2018).

Kemudian, lanjut Ahyaudin, setelah dicek dan diverifikasi, ternyata dokumen pencalonan khusus Partai Golkar ditandatangani oleh penerima mandat, yaitu Arya Pratama Kuntadi dan Alamsyah.

“Hal ini artinya tidak sesuai ketentuan. Kesimpulannya Partai Golkar tidak bisa menjadi parpol pengusung. Namun akumulasi jumlah kursi yang dibutuhkan telah memenuhi kriteria yaitu 13 kursi, sedangkan syarat minimum kita 9 kursi,” imbuhnya.

Ditambahkan Ahyaudin, KPU Muaraenim telah memberikan opsi kepada paslon SBH, yaitu pendaftaran diterima, namun partai Golkar harus dicoret dari partai pengusung atau semua dokumen dikembalikan untuk diperbaiki jika memang Partai Golkar tetap keukeuh jadi partai pengusung, dan ditunggu hingga pukul 24.00 dengan syarat semua ketua dan sekjen parpol termasuk paslon harus tetap hadir untuk melakukan daftar ulang.

“Setelah dirapatkan oleh paslon SBH, mereka mengambil keputusan menerima pendaftaran dan partai Golkar tidak jadi parpol pengusung,” ungkapnya.

Dijelaskan Ahyaudin KPU akan menerima jika paslon SBH atau partai Golkar akan melakukan upaya hukum baik oleh paslon bersangkutan maupun dari Partai Golkar.

“Kami bersedih. Artinya dokumen yang menurut KPU tidak memenuhi syarat itu akan kita uji di pengadilan. Kalau memang nanti hasil di pengadilan prosedur di KPU salah dan mengembalikan Golkar sebagai parpol pengusung, akan kita turuti perintah pengadilan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panwaslu Muaraenim Suprayitno menilai jika KPU telah menjalankan proses penerimaan pendaftaran paslon SBH sesuai dengan aturan yang ada.

Kalau pun memang ada keputusan yang sifatnya mungkin merugikan salah satu pihak.

Suprayitno juga mengatakan, terkait dicoretnya parpol Golkar sebagai partai pengusung, Wakil Ketua DPD Golkar Muaraenim Riasan Syahri menyampaikan kepadanya jika Partai Golkar merasa dirugikan, dan kemungkinan akan melakukan upaya hukum ke Panwaslu.

“Karena di Panwaslu juga mempunyai hak untuk menyelesaikan sengketa antara paslon atau tim kampanye paslon dengan penyelenggara dalam hal ini KPU,” tambahnya.

Disampaikannya, jika sengketa antara partai Golkar dan KPU timbul karena perbedaan penafsiran salah satu pasal di PKPU nomor 3 tahun 2017 yang membahas mandat dan pendelegasian.

“Karena perbedaan penafsiran itulah maka paslon berhak untuk melakukan proses sengketa ke Panwaslu kabupaten. Kami menunggu, jika memang ada laporan akan kami proses. Namun apapun hasil dari keputusan kami nanti sifatnya final dan mengikat serta harus dilaksanakan oleh KPU,” tukasnya.

Terpisah, Wakil Bendahara DPD Partai Golkar Sumsel Alamsyah CU saat dihubungi membenarkan jika memang Golkar ditolak KPU menjadi parpol pengusung paslon SBH karena ada syarat yang kurang, sementara untuk memperbaiki syarat tersebut waktunya tidak akan mencukupi.

“Jadi kita ambil langkah agar paslon SBH aman, kita setuju Golkar tidak menjadi partai pengusung,” katanya.

Mengenai upaya hukum, Alamsyah mengatakan jika pihaknya sepenuhnya menyerahkan kepada paslon Syamsul-Hanan agar melakukan gugatan ke Panwaslu untuk mengupayakan Partai Golkar sebagai parpol pengusung.

“Rencananya besok gugatannya akan dimasukkan ke Panwaslu, melalui kuasa hukum dari paslon SBH,” tegasnya.

Meski tak menjadi parpol pengusung, lanjutnya, namun Partai Golkar tetap berkomitmen untuk memenangkan Syamsul-Hanan pada Pilkada Muaraenim mendatang.

“Meski tak menjadi parpol pengusung, hati kita tetap untuk SBH,” pungkasnya. (kristian)

Share on Google Plus

About TopNews

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar