Menurutnya, sejumlah kebijakan dan langkah cepat yang dilakukan keduanya patut diapresiasi, meski tetap ada catatan kritis yang perlu diperhatikan.
Rifki Baday merupakan seorang profesional muda yang dikenal aktif di berbagai organisasi kepemudaan dan politik kota nanas. Pria yang akrab disapa Pakcik Baday ini menyoroti empat poin utama setahun kepemimpinan Wali Kota Arlan, diantaranya tiga apresiasi dan satu kritisi.
Respons Cepat Saat Banjir Melanda Pemukiman Warga Rifki menilai kepemimpinan Cak Arlan
terbukti sigap saat menghadapi bencana banjir. “Beliau langsung berkomunikasi dengan pimpinan masing-masing wilayah kelurahan yang ada, bahkan bersama stakeholder lainnya beliau terlihat turun ke lokasi banjir yang hanya sekedar untuk mengecek titik-titik lokasi penyebab seringnya banjir. Ini menunjukkan kepemimpinan yang tanggap,” jelasnya.
Cetak Rekor Predikat A Pelayanan Publik
Awal tahun 2026, menjadi catatan manis bagi Pemerintah Kota Prabumulih. Bagaimana tidak, Pemkot Prabumulih sukses mencatatkan capaian membanggakan di bidang pelayanan publik di bawah kepemimpinan Cak Arlan dan Bang Franky.
Hal itu didasari SK Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2026, bahwa Kota Prabumulih berhasil menempati peringkat kedua terbaik se-Sumatera Selatan.
Rifki Baday menilai hal ini menjadi bukti bahwa pelayanan publik dan kebijakan pro rakyat akan selalu menjadi prioritas utama bagi Cak Arlan dan Bang Franky di kemajuan kota Prabumulih.
“Semoga di tahun ke 2 ini lebih terbuka dengan masukan-masukan dan kritik membangun dari berbagai pihak, akademisi profesional, internal birokrasi bahkan masyarakat awam sekalipun,” imbuhnya.
Kumpulkan yang Tercecer, Jemput yang Tertinggal, dan Sapa yang Terlupa
Menguatkan dan memfokuskan kembali jargon ‘Perubahan’ adalah sebagai kekuatan yang mendasar menggerakkan kehidupan sosial bermasyarakat di kota nanas. Ia mengapresiasi langkah satu tahun terakhir kepemimpinan Cak Arlan dan Bang Franky.
Manuver ini menegaskan gaya kepemimpinan yang mengutamakan rekonsiliasi (politik merangkul, bukan memukul) dibandingkan konfrontasi setelah kontestasi Pilkada.
Menjadi garda terdepan perisai anti korupsi kolusi dan nepotisme juga membangun politik pemerintahan yang lebih fokus pada peningkatan pelayanan di semua bidang khususnya sebaik baik kesejahteraan rakyat sebagaimana relevan dengan Asta Cita Bapak Presiden Prabowo Subianto.
“Selebihnya sehat dan berkah selalu kami ucapkan sehingga apa-apa yang menjadi legacy dan arah pemimpin Cak Arlan dan Bang Franky dapat terwujudkan,” tuturnya.
Catatan Kritis Kebijakan Pro-Rakyat
Meski banyak apresiasi, Rifki Baday pun menyampaikan kritik terkait kebijakan pro rakyat. Kebijakan lainnya pun seperti mutasi dan rotasi aparatur sipil negara tetaplah dilakukan dengan prinsip meritokrasi.
“Tempatkan orang yang tepat di posisi yang tepat. Mereka yang bekerja baik layak diapresiasi, sementara yang kurang harus dievaluasi,” sarannya.
Rifki Baday berharap kedepan kepemimpinan Cak Arlan dan Bang Franky semakin dekat dengan rakyat. Tiga apresiasi dan satu kritisi ini ditayangkan dengan harapan keduanya terus berbenah dan lebih meningkatkan kualitas kebijakan pro rakyat.
“Jangan jadi pemimpin yang ‘Dak Lemak-an’, memilih orang-orang yang berkualitas dan berintegritas akan lebih mampu memberikan kekuatan dalam mewujudkan perubahan yang digaung-gaungkan dalam janji politik demi kepentingan Prabumulih untuk lebih maju,” tutup Rifki. (ah)

0 komentar:
Posting Komentar