www.topnewsumatera.com

Dugaan Ketidak transparanan SPMB Jalur Domisili di SMP Negeri 2 Prabumulih Tuai Sorotan Warga



PRABUMULIH, TNS 
– Proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMP Negeri 2 Kota Prabumulih jalur domisili menuai sorotan dari masyarakat. Sejumlah warga menduga adanya ketidaktransparanan dalam penerimaan siswa, bahkan disinyalir terdapat peserta didik yang diterima tidak sesuai dengan ketentuan jalur domisili yang telah ditetapkan.

Keluhan ini disampaikan oleh orang tua Siswa, anaknya tidak lulus padahal masuk jalur domisili  sementara salah anak bukan jalur  domisili lulus, khususnya yang berada di wilayah domisili sekolah tersebut. Mereka merasa dirugikan karena anak-anak yang seharusnya memiliki prioritas berdasarkan jarak tempat tinggal justru tidak diterima, sementara diduga ada siswa dari luar zona yang lolos seleksi.Sabtu, 20/06/2026.

Salah satu siswa yang enggan disebutkan namanya mengungkapkanbahwaa proses seleksi dinilai tidak terbuka. “Kami berharap ada kejelasan. Kalau memang ada aturan zonasi atau domisili, harusnya itu ditegakkan secara adil dan transparan. Jangan sampai masyarakat kecil dirugikan,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, masyarakat meminta kepada Dinas Pendidikan Kota Prabumulih untuk segera membuka data penerimaan secara transparan, termasuk daftar nilai, titik koordinat domisili, serta mekanisme seleksi yang digunakan.

Selain itu, warga juga mendesak Wali Kota Prabumulih H.Arlan untuk turun tangan langsung dalam menyikapi persoalan ini guna memastikan proses penerimaan berjalan sesuai aturan yang berlaku dan tidak merugikan masyarakat.

Tak hanya itu, laporan terkait dugaan ketidakberesan ini juga diminta untuk ditindaklanjuti oleh Ombudsman Republik Indonesia sebagai lembaga pengawas pelayanan publik. Masyarakat berharap adanya investigasi menyeluruh guna memastikan tidak terjadi maladministrasi dalam proses SPMB tersebut.

“Ini menyangkut masa depan anak-anak kami. Kami hanya ingin keadilan dan keterbukaan,” tambah warga lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak SMP Negeri 2 Prabumulih maupun Dinas Pendidikan Kota Prabumulih belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut.

Masyarakat berharap polemik ini segera mendapatkan perhatian serius dari pihak berwenang agar kepercayaan publik terhadap sistem pendidikan tetap terjaga dan proses penerimaan siswa baru ke depan dapat berjalan lebih baik, adil, dan transparan.(red) 

Share on Google Plus

About TopNews

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar